Sabtu, 25 April 2009

Cinta Partenope

Cinta Partenope

Alkisah, ada seorang pemuda yang bernama Cimone jatuh cinta pada seorang gadis Yunani. Gadis itu cantik jelita seperti Dewi Yuno dan Dewi kecantikan Minerva. Dahinya Indah, matanya hitam dan besar, mulut mungil, dan kulit putih berseri. Kata orang hanya dewi – dewi saja yang memiliki kecantikan seperti ini,. Partenope, itulah nama gadis Jelita ini, yang dalam bahasa Yunani berarti “gadis” atau “perawan”. Rupanya Cimone tidak bertepuk sebelah tangan. Partenope pun membalas cinta kasih Cimone.

Namun cinta mereka terhalang restu dari ayah Partenope. Partenope telah dijodohkan dengan seorang pemuda yang tampan dan kaya raya. Cimone adalah seorang yatim piatu yang dan baik hati. Partenope jatuh hati pada Cimone karena kebaikannya, seperti saat menolong seorang nenek pengemis yang kelaparan. Cimone memberikan makanannya ke nenek itu, padahal makanan tersebut untuk makan malamnya. Sejak saat itulah cinta kasih Cimone dan Partenope tumbuh dengan sucinya. Mereka memadu kasih tanpa sepengetahuan ayah Partenope. Ayah Partenope tidak menyukai Cimone karena menganggap dia hanyalah pemuda yang tidak tahu sopan santun dan miskin. Namun, hal itu tidak menyebabkan Cimone menjauhi Partenope.

Pada suatu malam bulan purnama, Cimone dan partenope memadu kasih.

“ Partenope, sudikah Dinda mengikuti kanda?”

“ Tentu saja. Aku rela berangkat sekarang juga, Cimone.”

“ Bukankah Ayahandamu telah menjodohkanmu dengan pemuda Emeo? “

“ Tapi aku hanya mencintaimu, Cimone.”

“ Yakinkah kau, Partenope? Akan berbahagiakah kau jauh dari orang

tua,sanak saudara dan kampong halamanmu? “

“ Aku yakin, Cimone. Mari kita segera berangkat. “

“ Kita akan pergi jauh Partenope, mengarungi lautan, menempuh gelombang dahsyat, tanpa harapan akan kembali. Entah apa, nasib peruntungan yang menanti kita di masa depan. “

“ Mari kita segera berangkat Cimone, saya sudah siap dan rela .”

Demikianlah, Partenope dan Cimone berangkat mengarungi lautan dahsyat dengan bekal kasih sayang.

Saat mengetahui putrinya pergi dengan Cimone, ayahanda Partenope sangat marah. Dia menyuruh seseorang untuk mencari putrinya dan membawanya pulang kembali serta membunuh Cimone. Sang pesuruh pun mencari tahu kemana perginya Cimone dan Partenope. Sementara itu, dengan menumpang kapal penangkap ikan, Cimone dan Partenope menuju ke tempat yang penuh harapan. Disana mereka akan hidup dengan bahagia. Dan akhirnya, tibalah mereka di pantai Platamonia, berbekalkan cinta, untuk menabur kasih di pantai harapan. Kemana pun mereka pergi, mereka selalu diliputi perasaan bahagia. Alam di sekitar mereka pun menjadi cerah. Saat fajar menguak, pagi hari pada musim semi, di kala tanaman mulai tumbuh, sewaktu kuncup bunga mulai merekah, Cimone dan Partenope selalu menyebarkan suasana hidup yang baru dan cerah. Demikianlah Cimone dan Partenope menabur cinta, menciptakan kehangatan, habis musim berganti musim. Dan Cimone dan Partenope hidup bahagia dengan kelima buah hatinya .

Sementara itu, orang suruhan ayahanda Partinope setelah bertanya pada orang – orang di pelabuhan dan perahu nelayan yang dulu Ditumpangi oleh Cimone dan Partenope, akhirnya dapat menemukan Cimone dan Partenope. Dia pun menyusun rencana untuk memisahkan mereka. Dia menyamar sebagai seorang pengembara. Dengan segala tipu muslihatnya orang suruhan tersebut berhasil menipu Cimone agar mau berburu dengannya. Cimone pun akhirnya menerima ajakkannya. Orang suruhan ayahanda Partenope pun mengajak Cimone ke hutan dengan alas an berburu untuk makan malam. Di hutan, Cimone dibunuh. Setelah itu, Orang suruhan tersebut membawa jasadnya pada Partinope. Setelah mengetahui orang yang dicintainya telah tiada Partinope sangat sedih. Air matanya terus menerus keluar hingga kering tak bersisa lagi. Separuh hatinya telah mati terkubur bersama jasad Cimone. Di pusara Cimone, Parinope mengucapkan janjinya.

“ Suamiku Cimone yang kucintai. Hanya kaulah cintaku. Cintaku akan selalu ada untuk mengenang dirimu. Aku tidak akan mencintai orang lain selain dirimu. Percayalah cintaku, kau tak akan terganti oleh siapapun. Aku akan menemui ayahku. Namun, aku berjanji akan kembali lagi hanya untukmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan menjaga buah hati kita dengan baik, seperti saat kau menjaga diriku.”

Setelah itu, dia bersama kelima buah hatinya dan seorang suruhan ayahandanya pun pergi menemui ayahandanya.

“ Anak – anakku, kalian akan segera bertemu dengan ayahanda dari Ibunda. Bersikap baiklah pada beliau “

“ Baik ibunda, ananda dan adik – adik akan bersikap baik kepada beliau “

“ Berilah contoh yang baik kepada adik – adikmu, sayang “

“ Iya Ibunda, ananda akan selalu ingat pesan ibunda “

Beberapa waktu kemudian, mereka tiba . Partenope memandang pulau yang penuh kenangan indah bersama Cimone dengan sedih. Namun, dia berusaha agar air matanya tidak menetes. Dia khawatir jika buah hatinya ikut bersedih.

“ Ayahanda, Ananda telah pulang sesuai dengan keinginan ayahanda”

“ Kau benar – benar bodoh Partenope! “

“ Maafkan ananda, ayahanda. Ananda sangat mencintai Cimone. Cimone adalah cinta sejati Ananda “

“ Bagaimana bisa kau memilih pemuda miskin yang tidak tahu sopan santun itu dan menolak calon suami yang ayahanda pilihkan untukmu? “

“ Ananda sangat mencintai Cimone. Cimone adalah sebagian dari hati ananda. Ananda tidak memerlukan banyak harta. Ananda tidak akan bahagia dengan hidup penuh kemewahan namun tidak ada cinta. Ananda lebih bahagia hidup sederhana dengan orang yang benar-benar ananda cintai “

“ Baiklah putriku, jika memang itu yang bisa membuatmu bahagia. Namun, jangan pernah menyesali keputusanmu itu “

“ Tidak ayahanda. Ananda tidak akan pernah menyesali keputusan yang telah ananda pilih. Ananda tahu Ayahanda sangat membenci Cimone dan menyuruh orang itu untuk membunuhnya. Cimone memang telah tiada, namun meninggalkan buah hati yang sangat ananda cintai. Ananda berharap Ayahanda tidak membenci mereka. Ananda membawa kelima buah hati ananda dengan Cimone “

Ayahanda Partenope sangat terkejut mendengar kata-kata Partenope. Hatinya pun luluh ketika melihat buah hati putrinya yang lucu – lucu dan pintar.

” Cucu – cucuku. Kemarilah, kakek ingin memeluk kalian “

“ Kakek… “

Setelah beberapa hari menginap, Partenope menyampaikan keinginannya untuk kembali ke pulau Platamonia. Dia ingin memenuhi janjinya kepada kekasih hatinya.

“ Baiklah anakku. Ayahanda akan menyuruh beberapa budak dan pengawal untuk membantumu disana. Jagalah dengan baik dirimu dan cucu – cucuku “

“ Baik, terimakasih ayahanda “

Rombongan tersebut pun menuju ke pulau Platamonia. Di pulau itu, mereka hidup dengan aman dan damai. Di situ pulalah anak cucu Cimone dan Partenope berdiam, turun temurun. Tanah yang lengang telah menjadi kota yang tentram dan indah. Bukitnya yang permai, dan landai menurun menuju pantai di teluk yang menjadi ramai di singgahi perahu dari segala penjuru dunia. Para nelayan berkerumun di pesisir, saat pulang membawa hasil laut. Anak negeri selalu berdendang riang memuji keindahan alam dan melagukan senandung cinta. Semua ini berkat jasa dan limpahan kasih Partenope. Untuk mengenang Partenope, di kota ini rakyat membangun dua kuil sebagai persembahan bagi dewi pelindung kota, yaitu Dewi Seres dan Dewi Venus.

Sekarang, kota ini adalah kota Napoli . Cimone dan Partenope telah menciptakan kota Napoli yang permai dan abadi. Banyak orang yang mengatakan pusara Partenope ada di dataran tinggi San Giovanni di tengah kota Napoli, dimana kaki bukit - bukit berpadu dengan pantai Teluk Napoli. Ada lagi yang mengatakan bahwa pusara itu terletak di dataran tinggi kota Napoli. Namun, menurut legenda, pusara Partenope tidak ada, sebab Partenope tidak mati, ia masih hidup sampai lima ribu tahun. Partenope hidup sepanjang masa. Partenope selalu hadir di kota ciptaannya. Partenope hadir saat cuaca musim semi yang cerah dan bumi yang menghamburkan kehangatan, pohon dan dahan yang bersemi serta kuncup bunga merekah. Dalam angin sejuk yang bertiup sepoi – sepoi basah, disitu hadir Partenope. Ia selalu hadir menikmati kota yang diciptakannya dengan kasih dan cinta. Partenope tidak pernah mati sebab Partenope adalah cinta. Cinta itu akan selalu abadi dan hidup sepanjang masa. Cinta tidak akan pernah hilang terhapus waktu dan jarak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar