
by : Nidya Fitri Rahayu
“ Uh, mau pulang rasanya males baget apalagi di rumah enggak ada orang” ucap Luna kembali lagi ke dalam sekolah. Lalu, Luna tertegun di depan kelasnya yang sudah mulai sepi.
“Daaaa….! Ngapain Na, kok kamu bengong gitu sich? Enggak pulang ?” tanya Chika.
“ Iya nih, aku males pulang, di rumah enggak ada orang. Emangnya kamu mau nganterin aku ya? “ goda Luna cengengesan.
“Ih, sorry ya, rumahmu tuh jauh banget, berat di bensin tahu. Aku pulang dulu ya, selamat nunggu jemputan, bye…” ucap Chika centil.
“Huh dasar, Pulang
Suasana sekolah sudah sepi, tetapi Luna masih duduk di depan kelas. Seperti biasa dia selalu menunggu papanya yang selalu terlambat menjemput. Suasana sekolah yang sudah sepi membawa Luna kembali teringat dengan seorang sahabatnya di SMP. Saat itu Luna mempunyai sahabat yang baik. Mereka mulai bersahabat sejak kelas 1 SMP, ketika mereka satu kelas. Tori namanya. Sejak kelas 1 hingga kelas 3 mereka selalu satu kelas sehingga mereka terlihat lebih akrab dibanding teman yang lain. Luna tersenyum geli ketika teringat dia minta ditraktir oleh Tori gara-gara Tori meminjam buku Biologinya yang sangat tebal.
“ Kamu matre banget sih Na! “ kata Tori.
“ Biarin, buku biologiku
Lamunan Luna buyar ketika mendengar ringtones “Jadikan Aku Raja” milik ADA BAND dari hpnya. Ternyata mamanya menelepon, kalau hari ini Papanya tidak dapat menjemput .
T
“Akhirnya, besok libur puasa deh. PRnya banyak banget “ kata Luna dalam hati. Setelah sholat kemudian Luna mengerjakan PR. Setelah itu ikut bimbel. Hampir setiap hari kegiatan Luna selalu begitu. Selalu menyibukkan diri. Namun dibalik kesibukannya terkadang dia teringat betapa indah persahabatannya dengan Tori. Hampir 2 tahun mereka kehilangan kontak. Luna ingin main ke rumah Tori, tapi dia tidak tahu alamat rumahnya. Jadi dia Cuma bisa sms Tori. Tapi, sms yang dikirim selalu gagal terkirim. Mungkin mereka memang belum diijinkan bertemu lagi oleh Tuhan. Akhir-akhir ini Luna sering menerima miscall dari nomor yang tidak dikenalnya. Tetapi, dia tidak punya keberanian untuk menelepon kembali. “ Ah, paling Cuma temenku yang iseng” ucap Luna dalam hati. Namun lama kelamaan miscal dari nomor ini sudah mulai mengganggu pikirannya. Luna sangat penasaran siapa sebenarnya orang yang sering miscal-miscal. Akhirnya dia memutuskan untuk menelepon kembali nomor tersebut menggunakan privat number.
“ Halooo” terdengar suara berat cowok yang mengangkat telepon.
“ Hmm… bisa bicara dengan Kiki?” Tanya Luna dengan sopan.
“ Kiki siapa ya? Kayaknya kamu salah sambung deh” ucap cowok itu dengan nada bingung.
“ Eh, kalo gitu maaf ya ” ujar Luna dengan cepat lalu menutup teleponnya.. Sejenak Luna berpikir, mengingat suara cowok tadi. “ O ternyata selama ini Tori yang suka miscal aku.” Ucap Luna kepada dirinya sendiri. “ Ternyata no HP Tori udah ganti. Dia pikir aku lupa sama suaranya apa “ ucap Luna sambil tersenyum puas. Dia teringat ketika lulus SMP dia dan Tori tukar menukar kado. Luna memberi Tori kado Komik pengetahuan, sedangkan dia diberi teddy bear oleh Tori. Luna teringat betapa senangnya dia saat itu. Luna juga ingat ketika dia dan Tori janjian datang ke SMPnya, memberikan informasi dimana mereka bersekolah sekarang. Itulah pertemuan mereka yang terakhir, kira-kira 2 tahun yang lalu. “ kamu sekarang seperti apa ya, apa masih seperti yang dulu? “ tanya Luna dalam hati. Kalau boleh jujur, sebenarnya Luna suka Tori, bahkan sampai sekarang perasaan itu masih ada. Kata teman dekat Tori, sebenarnya Tori juga suka Luna. Tapi, mereka memang sama-sama pemalu, jadi keduanya segan untuk mengatakannya. Tetapi, sekarang mereka sudah berbeda sekolah. Saat itu Luna mendengar kabar dari seorang teman dekatnya, kalau Tori sudah punya pacar. “ Ya udah, aku juga ikut senang kok, kalo dia juga senang “ begitu ucap Luna. Jaim banget, padahal dia udah mau nangis denger berita itu.
T
Ketika Luna sedang membaca majalah terdengar suara bayi tertawa dari HPnya. “ Oh, sms dari Tori. Kok masih belum ngaku juga sih” ucap Luna lirih sambil berbaring di tempat tidurnya. Lalu Luna membalas SMS dari Tori
“ Kamu Tori
“ Iya deh, aku ngaku. Sorry ya… Kita
“ Iya, aku kangen sama sahabatku yang ‘komik’ banget kayak kamu. Masa’ aku lupa sih..” lalu menekan tombol send. Mereka asyik ber sms ria.
Liburan pun telah usai. Luna kembali bersekolah dengan lebih semangat karena telah menemukan lagi orang yang selalu membuatnya bahagia.
“ Eh, Na kamu tahu nggak kalo si Tori udah punya pacar? “ Tanya Chika, salah satu sahabat Luna semenjak SMP.
“ Iya, aku udah tahu kok “ ucap Luna sambil tersenyum menutupi rasa kecewanya. Sesampainya di rumah, Luna menangis di kamarnya. Untung saat itu semua orang di rumah sedang bepergian. Dalam hati dia berjanji akan melupakan rasa sukanya terhadap Tori, dan menganggapnya sebagai sahabatnya yang paling pengertian.
T
Tori mulai sering menelepon dan Sms Luna. Luna bingung bagaimana harus bersikap terhadap Tori. Karena dia sudah berjanji untuk menganggap Tori sebagai sahabatnya. Tapi, jika keadaannya seperti ini terus menerus hal itu sulit diwujudkan. Luna membaca Sms dari Tori,
“ Aloo.. cahabatku sayang, kamu baru ngapain? Udah makan belom? Besok malem minggu kita ketemuan yuk, kangen-kangenan. Aku kangen banget nih sama
kamu “.
“Kamu kok gitu sih, doi kamu nanti cemberu loh, masa’ malem mingguan kamu malah sama aku “ balas Luna lalu memencet tanda send.
Terdengar suara bayi tertawa, Tori membalas sms dari Luna
“Enggak kok. Aku udah putus sama cewekku. Sekarang baru jomblo nih. Kamu boleh kok kalo mau daftar jadi kandidat berikutnya.he3x. Ketemuan di tempat kita dulu suka main yuk, jam 7 malem, nanti kamu aku jemput ya. Tenang aja, pulangnya aku anter sampe rumah deh “.
“ OK “ balas Luna.
Hari yang ditunggu-tunggu Luna pun tiba. Luna terlihat lain dari biasanya, wajahnya terlihat sangat bahagia dan berseri-seri. Chika juga merasakan perubahan Luna.
“ Na, kamu kenapa sih kok kelihatan seneng banget? “ Tanya Chika. Luna hanya menjawab pertanyaan Chika dengan senyuman. Chika semakin penasaran.
“ Ya udah deh, aku tunggu ceritanya besok Senin ya” ucap Chika lagi.
Luna mengelap keringat yang jatuh didahinya. Udara yang panas membuatnya pusing. Namun, dengan semangat dia berjalan agar cepat sampi di rumah dan menyiapkan baju yang akan dipakainya nanti malam. Ketika menyebrang Luna tidak sadar di kejauhan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“ Ciiiiiit…” suara decitan ban mobil.
Tubuh Luna terkapar di tengah jalan. Orang-orang hanya melihatnya dari kejauhan dan tak ada yang berani mendekat. Tubuh Luna tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya. Tiba-tiba Luna merasa tubuhnya seperti melayang. Dan gadis itu pergi untuk selamanya meninggalkan orang-orang yang disayanginya.
T
“ Luna, aku udah kangen banget sama kamu. Hari ini aku pengen bilang kalau aku sayang kamu, tapi bukan sebagai sahabat tapi sebagai cewek yang aku cintai. Semoga kamu mau nerima aku jadi pacarmu “ ucap Tori dalam hati.
Hari ini, Tori tampil lebih rapi hanya untuk Luna.
“ Ma, Tori pergi dulu ya, doain biar Tori sukses ya Ma “ ucap Tori sambil mengecup tangan Mamanya.
Mamanya tersenyum melihat tingkah anak bungsunya tersebut. Tori segera menuju ke rumah Luna. Sesampainya di rumah Luna, Tori bingung karena rumah Luna dipenuhi orang yang memakai baju hitam. Tori pun masuk ke ruang tamu, tempat diletakannya jasad Luna yang telah kaku. Tori melihat jasad itu lebih dekat, lalu duduk termenung melihat sahabat sekaligus orang yang dicintainya itu mengukir senyum di wajahnya.
TTT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar